Pengertian Tauhid Menurut Kandungan Al-Qur’an

Posted on

Pengertian Tauhid dalam bahasa arab merupakan mashdar (ucap sesuatu benda dari sebuah ucap kerja) berasal dari ucap wahhada. Apabila yg dimaksud wahhada syai’a berarti menjadikan sesuatu itu menjadi satu. padahal menurut ilmu syariat mempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yg merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu yg berupa Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ Wa Shifat ( Al-Qaulul Mufiiid Syarh Kitabi At-Tauhid).

ucap tauhid itu sendiri merupakan sebuah ucap yg terdapat di dalam beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana di dalam hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, “anda akan datangi sesuatu kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dalam dakwah yg akan anda sampaikan pertama kali yaitu supaya mereka mentauhidkan terhadap Allah”.

Begitu pula dalam ucapan para sahabat Nabi, “Rasulullah membaca tahlil dgn tauhid”. Dalam pengucapan beliau labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, ucapan talbiyah yg dilantunkan saat memulai ibadah haji. dgn demikian ucap-ucap tauhid yaitu ucap syar’i dan juga terdapat di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyah li Syaikh Shalih Alu Syaikh).

Pembagian Tauhid di dalam Al Qur’an

ilustrasi pembagian tauhid
abumuhammadblog.wordpress.com

Pembagian yg sangat populer di kalangan para ulama yaitu pembagian pemahaman tauhid menjadi tiga bagian, yaitu tauhid berupa rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Pembagian tsb terkumpul dalam firman atau sabda Allah di dalam Al Qur’an:

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً

“Rabb (penguasa) langit dan bumi serta segala sesuatu yg berada di antara keduanya, maka sembahlah ia dan teguhkan hati dalam beribadah pada-Nya. Apakah anda tahu bahwa ada seorang yg sama dgn ia (yg berhak disembah)?” (Maryam: 65).

Perhatikan ayat di atas:

  1. Dalam firman-Nya (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ) (Rabb yg menguasai langit dan bumi) merupakan ketetapan tauhid rububiyah.
  2. Dalam firman-Nya (فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ) (maka sembahlah ia serta berteguh hatilah saat dalam beribadah pada-Nya) merupakan ketetapan tauhid uluhiyah.
  3. Dan dalam firman-Nya (هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً) (Apakah anda mengetahuinya bahwa ada seorang yg sama dgn ia?) merupakan ketetapan tauhid asma’ wa shifat.

Berikut penjelasan ringkas tentang tiga macam tauhid tsb: Tauhid rububiyah artinya yaitu mengesakan Allah di dalam hal penciptaan, kepemilikan serta pengurusan. Salah satu dalil yg menunjukkan hal ini di dalam firman Allah:

أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Ingatlah, yg menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak bagi Allah” (Al- A’raf: 54).

Tauhid uluhiyah ataupun tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah dikarenakan penisbatanya pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan disebut tauhid ibadah dikarenakan penisbatannya pada makhluknya atau hambanya. Adapun maksud tsb ialah pengesaan Allah dalam hal ibadah, yakni bahwasanya cuma Allah lah satu-satunya yg berhak buat diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ

”Demikianlah, sebab sesungguhnya Allah, Dialah yg hakiki dan sesungguhnya yg mereka seru selain Allah yaitu yg batil” (Luqman: 30).

Tauhid asma’ wa shifat. Maksud dari hal ini yaitu pengesaan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla dgn nama dan sifat-sifat yg menjadi milik-Nya. Tauhid ini mewakili dua hal yaitu ketetapan dan kenafian, berarti kita harus menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah seperti halnya yg ditetapkan bagi diri-Nya.

Dalam kitab-Nya maupun sunnah nabi-Nya, dan tak membuat sesuatu yg sama dgn Allah terhadap nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat terhadap Allah tak boleh melaksanakan ta’thil, tahrif, tamtsil, ataupun takyif. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

”tak ada satupun yg serupa dgn-Nya, dan Dialah yg Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11).

Sebagian dari ulama membagi tauhid menjadi dua  yaitu tauhid di dalam ma’rifat wal itsbat (pengenalan dan penetapan) dan tauhid fii thalab wal qasd (tauhid dalam tujuan ibadah). Apabila dgn pembagian semacam ini maka tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat masuk dalam golongan yg pertama sedang tauhid uluhiyah termasuk golongan yg kedua (Lihat Fathul Majid 18).

Pembagian tauhid dgn metode seperti di atas termasuk hasil penelitian dari para ulama terhadap semua dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga pembagian tsb tak termasuk bid’ah sebab mempunyai landasan dalil yg diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kaitan Antara Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

gambar kaitan tauhid rububiyah dan uluhiyah
slideshare.net

Antara tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah mempunyai hubungan yg tak dapat dipisahkan. Tauhid rububiyah yaitu yg mengkonsekuensikan tauhid uluhiyah. Artinya pengakuan seseorang pada tauhid rububiyah yg mengharuskan pengakuannya pada tauhid uluhiyah.

Barangsiapa yg sudah mengetahui bahwasannya Allah yaitu Tuhan yg menciptakannya dan mengatur semua urusannya, maka ia harus beribadah cuma pada Allah dan tak ada sekutu bagi-Nya. Sedang tauhid uluhiyah mengandung di dalamnya tauhid rububiyah.

Artinya, tauhid rububiyah termasuk dalam bagian dari tauhid uluhiyah. Barangsiapa yg melaksanakan ibadah pada Allah semata dan tak menyekutukan-Nya, pasti ia yakin bahwa Allahlah Tuhan dan penciptanya. Hal ini sama seperti halnya perkatan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam:

قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّاكُنتُمْ تَعْبُدُونَ {75} أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ اْلأَقْدَمُونَ {76} فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلاَّرَبَّ الْعَالَمِينَ {77} الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {78} وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {79} وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {80} وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {81} وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ {82}

“Ibrahim berkata: “Maka apakah anda telah memperhatikan apa yg selalu anda sembah (75), anda dan nenek moyang anda yg terdahulu? (76), sebab sesungguhnya apa yg anda sembah itu ialah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam (77), (yaitu Tuhan) yg telah menciptakan aku, maka Dialah yg memberikan petunjuk kepadaku (78), dan Tuhanku, yg ia memberi makanan dan minuman kepadaku (79), dan apabila aku sedang sakit, Dialah yg dapat menyembuhkanku (80), dan yg akan mematikan aku, berikutnya akan menghidupkan aku (kembali) (81), dan yg amat aku inginkan akan mengampuni kesalahanku di hari kiamat (82)” (Asy- Syu’araa’: 75-82).

Tauhid rububiyah dan uluhiyah kadang-kadang disebutkan dengan cara bersamaan, maka saat itu makna dan artinya berbeda, sebab pada dasarnya saat ada dua kalimat yg dilafadhkan dengan cara bersama-sama dgn ucap sambung menunjukkan dua hal yg berbeda. Hal ini sama dalam firman Allah:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3}

Katakanlah;” Aku berlindung pada Rabb (yg memelihara dan menguasai) manusia (1). Raja manusia (2). Sesembahan manusia (3)” (An-Naas: 1-3).

Makna Rabb di dalam ayat ini yaitu raja yg mengatur manusia, padahal makna Ilaah yaitu sesembahan satu-satunya yg punya hak buat disembah. Kadang-kadang tauhid uluhiyah atau rububiyah disebutkan sendiri-sendiri tanpa bergandengan.

Maka saat disebutkan salah satunya akan mencakup makna keduanya. Misalnya pada ucapan malaikat maut pada mayit di alam kubur: “Siapa Rabbmu?”, yg artinya yaitu: “Siapakah penciptamu dan sesembahanmu?” Hal ini juga sebagaimanan firman Allah:

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلآَّ أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ

“(yaitu) orang-orang yg telah diusir dari desa halaman mereka tanpa alasan yg benar, kecuali sebab mereka berkata: ”Tuhan (Rabb) kami hanyalah Allah” (Al-Hajj: 40).

قُلْ أَغَيْرَ اللهِ أَبْغِي رَبًّا

Katakanlah:”Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah” (Al-An’am: 164).

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

“Sesungguhnya orang-orang yg berkata “Rabb kami ialah Allah” berikutnya mereka istiqamah” (Fushshilat: 30). Penyebutan rububiyah di dalam ayat-ayat di atas mempunyai makna uluhiyah ( Lihat Al Irsyad ilaa Shahihil I’tiqad 27-28).

Isi Al-Qur’an Semuanya Tentang Tauhid

kandungan al-qur'an
nurmuhammad.com

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah jelaskan bahwasannya isi Al-Qur’an seluruhnya yaitu tentang tauhid. Maksudnya sebab isi di dalam Al-Qur’an jelaskan hal-hal berikut:

  • Berita tentang Allah, nama-nama-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, dan ucapan-Nya. Ini termasuk tauhidul ‘ilmi al khabari (termasuk di dalamnya terdapat tauhid rububiyah dan asma’ wa shifat). Seruan buat beribadah hanyalah pada Allah semata dan tiada yg mempersekutukan-Nya. Ini yaitu tauhidul iraadi at thalabi (tauhid uluhiyah).
  • Berisi perintah serta larangan dan keharusan buat taat pada perintah Alloh dan menjauhi semua larangan-Nya. Hal tsb merupakan huquuqut tauhid wa mukammilatuhu (hak-hak tauhid dan penyempurna tauhid).
  • Berita mengenai kemuliaan bagi orang yg bertauhid, tentang karma-karma kemuliaan di dunia dan karma-karma kemuliaan di akhirat. Ini termasuk dalam jazaa’ut tauhid (karma bagi ahli tauhid).
  • Berita mengenai orang-orang yg musyrik, tentang karma yg berupa siksa di dunia dan karma atau azab di akhirat. Ini termasuk karma terhadap orang yg menyelisihi hukum-hukum tauhid. dgn demikian, Al-Qur’an seluruhnya mengandung tentang tauhid, hak-hak-Nya dan karma-karma-Nya.
  • Selain itu juga berisi tentang kebalikannya dari tauhid yaitu syirik, tentang orang-orang yg musyrik, dan karma-karma bagi mereka (Lihat Fathul Majid 19).

Demikianlah secarik pembahasan yg megenai pembagian tauhid. Semoga Allah Ta’ala selalu meneguhkan kita di atas jalan tauhid buat mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Tauhid dengan cara Etimologi dan Terminologi

ucap Tauhid tentunya sering kita dengar, tapi sayang, saat kita mendengar ucap Tauhid tak sedikitpun yg terdetik dihatinya buat merinding. Padahal asal mula ucap Tauhid berasal dari kitab yg sering kita pegang saat ini yakni Al Qur’an. Memahami dan mengamalkan Tauhid itu harus bagi umat Muslim.

Sebagian dari sesuatu kelompok ada yg memaknai tauhid tsb yaitu bagian dari jihad. Dari hal berikut berarti ucap Tauhid ini mempunyai macam-macam arti?. buat lebih jelasnya, mari kita pelajari artikel ini tentang bagaimana menegakkan Tauhid dalam jiwa, berikutnya mengapa harus Tauhid? buat dapat paham usaha dan berdo’a, butuh dilakukkan. menjadi satu kesatuan dan tak boleh dipisahkan.

Pola berfikir seperti (Usaha cari uang dahulu yg banyak) baru dapat dapat tenang, pemikiran seperti itu salah, sebab belum jelas usia kita sepanjang yg kita bayangkan. Dalam surat Ar-Ra’d dikatakan,“Alloh tak mengubah kondisi sesuatu kaum sehingga mereka mengubah kondisi yg ada pada diri mereka sendiri.” jadikan esensi ayat tsb bukan pada ruang lingkup yg sempit misal (harta,harta dan harta) akan tapi haruslah universal.

Arti Tauhid dengan cara Etimologi

abd-holikulanwarislamic.blogspot.com
abd-holikulanwarislamic.blogspot.com

Dilihat dari ucap Tauhid berasal dari ucap wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yg mempunyai arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Jika dicermati di dalam bacaan Al Qur’an terdapat ucap tawwahida (Bacaan ilmu fiqih Al Qur’an) lebih dari satu surat ialah (QS Al Anbiya 92 dan Al Mu’minun 52).

Dalam sejarah ada yg di beri gelar dgn sebutan Bapak Tauhid dan ditetapkan oleh Alloh di dalam surat Az Zukhruf 28, bahwa Nabi Ibrahim lah yg menjadi Bapaknya tauhid.

Arti Tauhid dengan cara Terminologi

fodina.se
fodina.se

dengan cara istilah yg digunakan buat mencoba menjalankan penjabaran arti etimologi lebih detail oleh ahlinya dgn berbahasa Indonesia itupun jelas, yaitu meng-Esakan Alloh cuma satu-satunya yg berhak disembah, padahal bentuk tindakan menyembah Alloh tak cuma fokus pada rukun iman.

Alloh telah berfirman (QS Al Ashar 1-3) bahwa iman saling menasehati kebaikan dan beramal sholeh. Surat tsb dapat dijadikan rujukan salah satu dari penjelasan Al Qur’an mengenai iman dan takwa. Berbuat mungkar dan keji termasuk seruan syaitan buat keluar dari nilai Tauhid.

Barang siapa yg menjalankannya berarti? Syaitan ada pada golongan Jin dan Manusia. (QS An Naas 1-6) dan akan dipertanyakan kelak apakah belum ada yg memberi kepadamu peringatan? Jangan hingga menjawab, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yg lain) dan kami telah hingga pada waktu yg telah Kau tentukan bagi kami.” (QS Al An Aam 128) dari ucap sebagian tsb berarti sebagian ada yg selamat dan sebagian ada yg celaka.

yg berhak memilih selamat atau tak tergantung pada diri masing-masing. Pernyataan Tauhid identik dgn peperangan yaitu salah, yg benar yaitu Tauhid identik dgn Iman dan Kesungguhan. Artikel terkait:

Berikut vidio Tentang Tauhid

Artikel terkait:

Ringkasan Pemahaman Dalam Ilmu Tauhid Tingkat Dasar

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *