OMG…!! Dirjen HAM yg Gugat Laundry 210 Juta ini Ternyata Punya Polis Rp 2,5 Miliar

Posted on

Dirjen HAM Mualimin Abdi mencuci jas seharga Rp 10 juta di jasa cuci kiloan Fresh Laundry. Belakangan ia tak terima dan menggugat Fresh Laundry Rp 210 juta sebab jasnya tak licin.

Berdasarkan catatan detikcom, Minggu (9/10/2016), Mualimin sempat mengikuti lelang jabatan Dirjen Peraturan Perundangan Kemenkum HAM pada 2014 berikutnya. Mualimin menjalani tes administrasi, tertulis, profil, dan assesment.

Dalam seleksi itu terungkap Mualimin mempunyai polis asuransi sebesar Rp 2,5 miliar. Anehnya, polis itu tak ditulis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pansel pun curiga dan mencecar asal-usul polis itu tapi Mualimin tak memberikan jawaban yg memuaskan.

jasa-laundry1

Selain catatan soal polis asuransi Rp 2,5 miliar, Pansel juga mencecar Mualimin soal makalahnya yg mempunyai unsur plagiat. Mualimin tak dapat berkelit saat ditanyakan mengapa memplagiat makalahnya.

Alhasil, pansel mencoret Mualimin dari kandidat Dirjen Peraturan Perundangan.

Setahun setelahnya, Mualimin kembali mengundi nasib mengikuti seleksi Dirjen HAM. Kali ini ia lolos dan diangkat sebagai Dirjen HAM. Setahun setelahnya, jabatan Mualimin ditambah sebagai Ketua Majelis Kehormatan Notaris Indonesia.

Nama Mualimin saat ini menjadi buah bibir sebab mencuci jasnya di laundry kiloan Fresh Laundry yg dikelola Budi. Tarif laundry buat jas Rp 35 ribu. sesudah dikerjakan satu hari dan diserahkan kembali, Mualimin tak terima sebab jas kesayangannya berkerut dan tak licin.

jasa-laundry2

Mualimin pun meminta ganti rugi atas hal itu. Budi berikutnya memberi ganti Rp 350 ribu atau 10 kali lipat dari tarif jasa dry cleaning sesuai perjanjian. tapi ganti rugi itu tak diterima Mualimin dan terjadilah perselisihan keduanya. Mualimin yg tak puas berikutnya mengambil langkah hukum menggugat Budi ke PN Jaksel sebesar Rp 210 juta. Rinciannya, Rp 10 juta buat harga jas dan Rp 200 juta buat ganti rugi immateril sebab jas itu tak dapat dipakai di acara di kantornya.

mualimin

Entah sebab apa, Mualimin berikutnya mencabut gugatannya dan berdamai dgn Budi pada Kamis (6/10) kemarin.

Sayang, hingga berita ini diturunkan, Mualimin belum dapat dihubungi buat mengklarifikasi persoalan jas Rp 10 juta itu. Wartawan yg telah menunggu sejak siang hingga sore di kantornya pada Jumat (7/10) tak dapat wawancara dgn alasan sedang rapat.

Perilaku Mualimin diakui oleh atasannya, Menkum HAM Yasonna Laoly. Yasonna sudah menegur Mualimin dan menilai perilaku bawahannya yg main gugat tak etis, seharusnya mengedepankan jalur kekeluargaan terlebih dahulu.

“Ya seharusnya seorang pejabat juga menjaga diri,” ucap Yasonna berharap hal itu tak terjadi lagi.

 Sumber: Detik.com/ beritateratas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *