MISTERI HORORNYA TOL CIPALI: 3 Bulan Beroperasi, 30 Nyawa Melayang

Posted on

tol

Lencong.net – Jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015. Baru tiga bulan sejak diresmikan, sedikitnya 30 orang sudah meregang nyawa dari puluhan kecelakaan yg terjadi di jalan tol sepanjang 116 kilometer itu.

Kecelakaan terbaru yaitu tiga insiden beruntun yg menewaskan 7 orang sepanjang Jumat, 18 September 2015. Kecelakaan pertama di Kilometer 15,6 yg masuk Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jumat, 18 September 2015 sekitar pukul 02.35 WIB, yg menewaskan 3 orang.

Insiden kedua cuma berselisih sekitar 2 jam pada hari yg sama. Kecelakaan ini melibatkan bus pariwisata Royal Safari yg menabrak Toyota truk boks yg sedang berhenti di bahu jalan di Kilometer 11,8 ruas tol yg masuk wilayah Subang. Seorang penumpang boks tewas.

Berikut ini sejumlah kecelakaan maut di Tol Cipali yg berhasil dihimpun Tempo:

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2015

1. Bus Tabrak Truk Boks, 1 Tewas

Sebuah bis pariwisata Royal Safari bernomor polisi H 1405 FC menabrak Toyota Truk Boks AA 1453 TO yg sedang berhenti di bahu jalan di Kilometer 11,8 ruas jalan Tol Cipali yg masuk dalam wilayah Kota Subang, Jawa Barat. dampak peristiwa tsb, seorang penumpang boks tewas dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Kepala Unit Kecelakaan berikutnya Lintas Kepolisian Resor Subang, Inspektur Satu Omon Abdurohman, mengucapkan, penumpang truk yg tewas yakni Nuring Pandawa Swandita, masyarakat Klaten, Jawa Tengah. Kecelakaan Jumat dini hari, 18 September 2015, pkl.04.00 itu dampak sopir bus, Sugiharto, bermanuver dgn mengejar kendaraan di depannya melalui jalur kiri.

dampak memacu pedal gas dalam kecepatan tinggi, Sugiharto tak mampu mengendalikan bus, dan langsung menghantam truk boks yg sedang menepi di bahu jalan sebab bannya kempes. “Sopir bus lalai,” ujar Omon. Sugiharto, sudah diamankan dan diperiksa intensif oleh petugas. Kedua kendaraan yg insiden tsb langsung diamankan ke Pos PJR Cilameri, Subang.

2. Kecelakaan Minibus dan Aksi Tarik-menarik, 6 Tewas

Sebanyak 6 orang tewas dari 2 kecelakaan yg terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Diduga kedua kecelakaan itu dampak sopir yg mengantuk. Berdasarkan informasi yg dihimpun, kecelakaan pertama terjadi di Kilometer 156 yg masuk Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat, 18 September 2015 sekitar pukul 02.35 WIB.

Kecelakaan bermula saat minibus Daihatsu Grand Max bernomor polisi B 2423 WB dgn 9 penumpang melaju dari Cirebon menuju Cikopo. Diduga sebab sopir mengantuk, minibus itu menabrak truk di depannya. Minibus terlempar ke kiri jalan. tapi truk tetep melaju ke Cikopo. Akibatnya, 2 orang tewas seketika, 1 tewas di rumah sakit.

Kecelakaan kedua terjadi di Kilometer 169 yg masuk Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan tsb merupakan kecelakaan tunggal dan bermula dari sebuah minibus jenis Xenia dgn nomor polisi B 1974 AJ melaju dari Cirebon menuju Cikopo. Sopir diduga juga mengantuk sehingga mobil sempat oleng ke kiri.

Kondisi ini pun diketahui penumpang yg berada di samping sopir. “Akhirnya terjadi tarik-menarik kemudi,” ucap Kepala Unit Patroli Jalan Raya II Kertajati, Inspektur Dua Dasep Rahwan. dampak tarik-menarik itu kendaraan oleng ke kanan dan terbalik dgn posisi empat ban berada di atas. Kecelakaan tunggal ini menelan nyawa 3 orang.

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015

3. Truk Tabrak Pantat Truk, 2 Tewas

Sebuah truk Colt Diesel R 1883 AT menabrak pantat truk lain di Kilometer 88 jalur B Cirebon-Jakarta. Truk yg ditabrak berikutnya dibawa kabur pengemudinya. dampak kejadian tsb, dua penumpang Colt Diesel tewas di tempat satu lainnya luka berat. Korban tewas yakni Suripno, masyarakat Cilacap dan Suyatno, masyarakat Banyumas, Jawa Tengah.

Kepala Unit Kecelakaan berikutnya Lintas Kepolisian Resor Subang, Inspektur Satu Omon Abdurohman menyebutkan peristiwa tabrak belakang truk itu terjadi Kamis dini hari, 17 September 2015, sekitar jam 01.45. Truk Colt Diesel yg dikemudikan Suwito diduga melaju cepat dari arah Cirebon menuju Jakarta. hingga di kilometer 88 sekonyong-konyong menabrak bagian belakang kendaraan lainnya.

“Dugaan sementara, kejadian dipicu sopir yg dalam kondisi mengantuk dan rem mengalami blong,” ucap Omon. Bangkai truk Colt Diesel saat ini diamankan di pos PJR Cilameri, Subang.
Ada pun, Suwito sopir truk nahas hingga sekarang belum dapat dimintai keterangan ihwal musnah kecalakaan yg menimpanya sebab masih dalam pemeriksaan intensif tim medis rumah sakit Titian Bunda, Cikampek.

JUMAT, 24 JULI 2015

4. Sekeluarga Tewas Seketika, 8 Tewas

Ponorogo – Korban tewas dampak kecelakaan di Tol Cipali di Kilometer 16,6, Jumat, 24 Juli 2015, bertambah menjadi delapan orang. Mira Ayu Prisilia, 23 tahun, penumpang mobil nahas yakni Toyota Innova bernomor polisi B 1805 EKX meninggal, Senin sore, 27 Juli 2015 sesudah dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Cirebon, Jawa barat, lantaran cedera berat di kepala dan gangguan pernafasan.

Ia dimakamkan di dekat kuburan keluarganya. Empat anggota keluarga Mira yg terlebih dahulu dimakamkan yaitu Suhud Supriyanto, 53 tahun, ayah; Suprihatin, 50 tahun, ibu; serta kedua adik Mira yaitu Paramita Fajar Pratiwi, 18 tahun; dan Muhammad Irsyad Pambudi, 13 tahun. “Satu keluarga Suhud sudah meninggal semua,” ucap Sutini, 68 tahun, kakak kandung Suhud ditemui di rumah duka.

Selain keluarga Suhud, kecelakaan di Jalan Tol Cipali juga menewaskan tiga korban lain yg masih mempunyai hubungan kerabat. Mereka yaitu Tri Wahyono, adik ipar Suhud; Ipat Patmawati, istri Tri Wahyono; dan Sasyana, anak Tri Wahyono dan telah dimakamkan di Solo. Menurut Sutini, dua keluarga itu hadir ke Ponorogo buat ziarah ke makam orang tua Suhud, sehari sebelum celaka.

Kecelakaan ini bermula saat mobil yg dikemudikan Tri Wahyono berjalan oleng ke kanan dari Cirebon menuju Jakarta. tri diduga mengantuk. Sehingga bus Setianegara bernomor polisi E 7607 YC yg melaju dari arah berlawanan menyambar Toyota nahas itu.

KAMIS, 23 JULI 2015

5. Mini Bus Tabrak Pembatas Tol, 1 Tewas

Memasuki H+6 pasca lebaran, arus balik di ruas jalan Tol Cipali menelan korban jiwa. Kecelakaan tunggal yg merenggut nyawa pemgemudi, Trina Rahayu Gantina, masyarakat Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, itu menelan nyawa Trina dan melukai suami korban Fajar Bayu Setiawan, dan dua anaknya Ayesha Sotaya Tiga, 7 tahun dan Aprillia Shinta Tiara, 4 tahun.

Kecelakaan tunggal itu terjadi kilometer 85+200 jalur B arah Subang ke Cikopo, Kamis dini hari, 23 Juli 2015, sekitar pukul 03.00. Menurut Kepala Satuan berikutnya-lintas Polres Subang, Ajun Komisaris Ridwan, Trina yg mengendarai Daihatsu Picanto F 1544 LK diduga diserang rasa kantuk yg berat. “Picanto yg dikemudikannya tiba-tiba menabrak pembatas jalan,” katanya.

RABU, 8 JULI 2015

6. Tiga Pekan, 56 Kecelakaan, 12 Tewas
Kepolisian daerah Jawa Barat mencatat ada 56 kecelakaan berikutnya lintas di Tol Cipali sejak pertama kali dibuka buat umum pada 14 Juni 2015 hingga Rabu, 8 Juli 2015. Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengucapkan, dari 56 kasus kecelakaan tsb sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal.

Jumlah korban tewas ini termasuk 7 orang yg meninggal saat kecelakaan yg terjadi pada Senin, 6 Juli 2015. “Faktor human error paling tinggi dalam kecelakaan di Tol Cipali,” ucap Moechgiyarto usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015, di Kota Bandung, Kamis, 9 Juli 2015.

SENIN, 6 JULI 2015

7. Truk Tabrak Molen
Peristiwa nahas dialami pengendara minibus Grand Max nomor polisi E 1720 MF, Kamis, 6 Juli 2015. Sekitar pukul 15.00 WIB mobil itu menabrak truk molen yg tengah parkir di bahu jalan di kilometer 17,8. Tujuh orang tewas dalam musibah itu, termasuk tiga tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Mitra Plumbon.

Kepala Satuan berikutnya Lintas Polres Cirebon Ajun Komisaris Polisi Rezky Satya Dewanto mengucapkan, minibus itu diketahui berisi sepuluh orang penumpang dgn satu orang sopir. Sebelum kejadian mobil yg dikendarai dgn kecepatan tinggi itu sempat terguling 2 kali dan akhir terbakar dan terguling di parit di tengah tol.sumber:tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *