menjadi Viral, Sebuah Tulisan yg Menampar Keras MUI Terkait Almaidah 51

gedung-mui

Lencong.net– Jelang Pilkada DKI Isu QS Almaidah 51 seperti sengaja dihembuskan buat menjegal petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Mengapa seperti terlihat sengaja, buktinya PKS dapat mengusung non muslim sebagai walikota Ambon pada pilkada mendatang. Dan PKS juga yg mengusung petahana yg nota bene non muslim sebagai walikota solo.

buat mencerahkan redaksi kutipkan tulisan kang hasan yg kami kutip dari Status fb  Hariadi Saptadji.

Hariadi Saptadji sendiri merupakan tokoh Nasional yg sudah lama bergerak di dunia industri dan perdagangan, sudah menjabat ketua bidang di KADIN, dan sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Induk UMKM Indonesia.

screenshot_33

screenshot_34screenshot_35

Berikut tulisan yg redaksi kutipkan sangat menohok siapapun yg membacanya:

“Hai orang-orang yg beriman, janganlah anda mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka yaitu pemimpin bagi sebahagian yg lain. Barangsiapa diantara anda mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tak memberi petunjuk pada orang-orang yg zalim.”

Ayat di atas sedang populer sekarang. 


Ayat itu selalu populer menjelang pemilu. 

Dalam hal pilkada DKI yg salah satu calon kuatnya yaitu Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat bergema. tapi apakah ayat ini soal pemilu? Apakah ini ayat soal pemilihan gubernur? Menurut aku bukan. Sejarah Islam tak sudah mengenal adanya pemilihan umum. Juga tak sudah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah. 

Satu-satunya pemilihan yg sudah terjadi yaitu pemilihan khalifah. Itu pun cuma 5 kali, dan cuma melibatkan sekelompok orang yg tinggal di Madinah. Gubernur khususnya yaitu pejabat yg ditunjuk oleh khalifah. tak sudah dipilih.

menjadi ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu soal pemimpin wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yg mengatur tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tak sudah terjadi?

menjadi, apa yg dimaksud? Apa makna wali atau awliya? Wali artinya pelindung, atau sekutu. saat Nabi ditekan di Mekah, beliau menyuruh kaum muslimin hijrah ke Habasyah (Ethopia). Rajanya seorang Nasrani, menerima orang-orang yg hijrah itu, melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yg disebut wali, orang yg melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga, ayat 81.

Adapun ayat 51 yg melarang orang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung itu yaitu soal persekutuan dalam perang. tak ada sama sekali kaitannya dgn pemilihan pemimpin. Ini sudah sudah aku bahas, dan dibahas banyak orang.


Pagi ini, bangun tidur aku menyaksikan berita pilu. 


Orang-orang Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana? Ke Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian besar tak. 

Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, yaitu Nasrani, atau ateis (musyrik). tapi saat ini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang muslim, persis seperti saat kaum muslim hijrah ke Habasyah. 

menjadi, cobalah orang-orang yg rajin melafalkan ayat Al-Maidah 51 itu berkhotbah pada para pengungsi itu. Katakan pada mereka bahwa meminta perlindungan pada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya itu haram hukumnya. Bisakah?

Ironisnya, dari siapa mereka lari? Dari kaum kafir? Bukan. 

Mereka lari sebab ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, kaum muslim. Kaum muslim yg berebut kekuasaan. 
Utamanya Sunni melawan Syiah. Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah terbentuk sejak Rasul wafat? 

saat orang-orang mulai kasak kusuk buat mencari siapa yg akan menjadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. Permusuhan itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah ribuan tahun, kekal hingga saat ini.

Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu saat saudara-saudara kita dizalimi oleh saudara kita yg lain, mereka meminta perlindungan pada kaum Nasrani dan kafir? tapi pada saat yg sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yg memusuhi orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan pada mereka.


Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, melainkan rasa permusuhan itu sendiri. Rasa permusuhan itulah yg telah mengalirkan banyak darah kaum muslimin, mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara pun dapat saling berbunuhan andai ada permusuhan di antara mereka. mengapa mereka berbunuhan? Politik. Perebutan kekuasaan.


Itulah yg sedang dilakukan banyak orang dgn Al-Maidah ayat 51. Berebut kekuasaan politik dgn mengobarkan permusuhan. Mereka sedang mengabadikan kebodohan yg sudah berlangsung 15 abad. Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? aku tak. sebab aku tak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu.



Tulisan ini apakah dapat dijawab MUI yg tegas berpatokan Almaidah 51 menjadi dasar dalam memilih pemimpin? Bagaimana dgn para pengungsi suriah yg terusir dari pemimpinnya sendiri dan berlindung pada negara kafir?? Apalagi dalam dialog yg di pandu oleh bung karni Ilyas,  Tengku Zulkarnain (Wasekjen MUI Pusat) menambahkan, ” buat kejadian melecehkan ALquran andai hukum islam, Ahok Harus dihukum mati, dipotong kaki dan tangannya atau minimal di usir dari Indonesia. ”.sumber //abdurakhman.com/awliya-dan-ironi-kepemimpinan-islam/

menjadi Viral, Sebuah Tulisan yg Menampar Keras MUI Terkait Almaidah 51 | sentot | 4.5