Mengenal Lebih Dalam Tentang Rubella (Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya)

Posted on


advertisements


sudah mendengar tentang Rubella? Rubela atau dikenal juga dgn nama Campak Jerman yaitu penyakit menular yg disebabkan oleh virus Rubella dan dapat menyebar dgn sangat mudah. Virus ini menular lewat udara dan biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan serta pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja.

Rubella sering terjadi pada anak yg belum mendapat vaksin campak, gondok, dan rubella. Virus ini juga dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dgn cairan dari hidung dan tenggorokan penderita rubella. Seseorang dapat menularkan virus ke orang lain seminggu sebelum ruam kulit muncul, hingga 1 minggu sesudah ruam sembuh.


advertisements

Wanita hamil dapat menularkan rubella pada bayinya lewat aliran darah. Berbagi makanan atau minuman dgn penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda sesudah memegang benda yg terkontaminasi virus rubella. Yuk, kita Mengenal Lebih Dalam Tentang Rubella:

Rubella dan Kehamilan

Rubella dan Kehamilan

Jika ibu hamil terserang rubella, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi buat menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.

Beberapa dampaknya pada bayu yaitu tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, paru-paru, diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yg terlahir dgn sindrom ini.

Gejala Rubella

Gejala Rubella

Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yg lebih ringan daripada penderita dewasa. tapi ada juga penderita rubella yg tak mengalami gejala apa pun dan tetep dapat menularkan rubella. Penyakit ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan hingga menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum rubella meliputi:

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  • Demam diatas 38 derajat Celsius.
  • Mata terasa nyeri.
  • Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
  • Kulit kering.
  • Sakit pada persendian.
  • Sakit kepala.
  • Hilang nafsu makan.
  • Wajah pucat dan lemas.
  • Terkadang disertai dgn pilek.
  • Hidung tersumbat atau beringus.
  • tak nafsu makan dan mual.
  • Iritasi ringan pada mata.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
  • Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yg awalnya muncul di wajah berikutnya menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-4 hari.
  • Nyeri pada sendi, terutama pada penderita wanita.

Proses Diagnosis Rubella

Proses Diagnosis Rubella

Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah buat diperiksa di laboratorium. Tes tsb digunakan buat mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Jika terdapat antibodi IgM, berarti Anda sedang mengidap rubella. padahal keberadaan antibodi IgG berarti Anda sudah sudah mengidap rubella atau sudah menerima vaksinasi.

Pemeriksaan rubella juga dapat dimasukkan dalam tes prenatal buat ibu hamil, khususnya buat yg berisiko tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah. Jika ibu hamil didiagnosis mengidap rubella, pemeriksaan lanjutan yg mungkin dianjurkan yaitu USG dan amniosentesis. Amniosentesis yaitu prosedur pengambilan dan analisis sampel cairan ketuban buat mendeteksi kelainan pada janin.

Langkah Penanganan Rubella

Mengenal Lebih Dalam Tentang Rubella

Rubella tak membutuhkan penanganan medis khusus dari dokter. Penanganan dapat dilakukan di rumah dgn langkah-langkah sederhana. Tujuannya yaitu buat meringankan gejala dan bukan mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini beberapa langkah sederhana yg dapat dilakukan:

  • Beristirahatlah sebanyak mungkin.
  • Minum banyak air putih buat mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen buat menurunkan panas dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon buat meredakan sakit tenggorokan dan hidung beringus.

Pencegahan Rubella


advertisements

Berikut ini cara pencegahan Rubella:

  • Imunisasi MMR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak=-kanak. Vaksin MMR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
  • Hindari kontak dgn penderita semampu mungkin, khususnya buat ibu hamil yg belum menerima vaksin MMR dan orang dgn sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah yg jauh dari anggota keluarga.
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah bepergian, atau jika terjadi kontak dgn penderita.
  • Dianjurkan selama diisolasi sekurang-kurangnya 4 hari sesudah gejala bintik-bintik merah muncul.
  • Bagi wanita yg merencanakan kehamilan, dianjurkan memeriksakan diri melalui tes darah. Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum mempunyai kekebalan terhadap rubella, dokter akan menganjurkannya buat menerima vaksin MMR. sesudah itu, ia harus menunggu minimal empat minggu buat hamil. Harap diingat bahwa vaksinasi ini tak boleh dijalani saat sedang hamil atau pada orang yg mengalami gangguan sistem kekebalan dampak kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.

Pengobatan Rubella

  • Jika Anda hamil, dokter Anda dapat memberikan antigen rubella (hiperimun globulin) buat membantu kekebalan, tapi hal ini tetep berisiko pada cacat bayi.
  • Konsumsi obat yg diresepkan dokter pada Anda
  • Jangan menggaruk sebab dapat meninggalkan bekas. Anda dapat menggunakan krim pengurang rasa gatal yg dijual di apotek.
  • Anda atau anak Anda harus menghindari kontak dgn orang lain hingga membaik, khususnya jangan berdiri dekat atau berkontak dgn orang hamil
  • Gunakan aspirin rubella buat anak kecil

Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5-7 hari. Masa penularan tertinggi penderita rubella biasanya pada 1-5 hari sesudah ruam muncul. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Selesai sudah pembahasan Bacaterus tentang Mengenal Lebih Dalam Tentang Rubella. buat penjelasan lebih lanjut, atau buat memastikan apakah Anda dan keluarga Anda terkena penyakit ini, langsung kunjungi dokter, ya.

Artikel Menarik Lainnya:

Referensi dan sumber gambar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *