Macam-macam Najis dan cara Mensucikannya

Posted on

Macam-macam najis, Di masa seperti sekarang ini mungkin masih banyak umat Islam yg belum mengerti bagaimana buat mensucikan najis, dan najis yg bagaimana yg harus disucikan?.

Dalam kesempatan ini kami akan berbagi pengetahuan mengenai macam-macam najis dan bagaimana cara mensucikannya. Hal ini sebab suci yaitu salah satu rukun yg harus dipenuhi sebelum menjalankan ibadah, terutama Sholat.

Pengertian najis dan macam-macamnya

Najis dalam bahasa arabnya Najasah yg mempunyai arti kotoran. Menurut Syara’ berarti segala sesuatu yg dapat mempengaruhi syahnya Sholat. Misalna seperti sir seni dan najis-najis yg lainnya.

Najis dibagi menjadi tiga bagian:

Najis Mughollazoh

macam najis dan mensucikannya
www.slideshare.net

Najis mughollazoh yaitu najis yg tergolong berat, yaitu najis yg timbul dari najis anjing dan babi.

Di dalam Al Qur’an dan Ijma’ sahabat bahwa anjing dan babi yaitu hewan yg najis. Alloh telah berfirman di dalam kitabnya:

Artinya: “Katakanlah! Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yg diwahyukan kepadaku, sesuatu yg diharamkan bagi orang yg hendak memakannya, kecuali andai makanan itu bangkai, atau darah yg mengalir atau daging babi, sebab sesungguhnya semua itu kotor (rijsun).” (QS Al-An’aam [6] : 145)

Adapun yg jelaskan tentang najisnya anjing terdapat dalam Hadits Rosululloh yg berbunyi:

Artinya: Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada anda sekalian, maka hendaknya anda menuangkan bejana itu (Mengosongkan isinya) berikutnya membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16).

Apabila sudah dijelaskan bahwa hewan anjing dan babi yaitu najis, maka kedua hewan tsb haram buat dimakan bagus dalam kondisi hidup maupun mati.

Imam Al Kasani di dalam kitabnya yg berjudul Bada’i’ush Shana’i fii Tartib Asy-Syara’i dikatakan bahwa zat yg terdapat pada babi yaitu najis dan tak dapat disucikan meskipun disamak.

cara mensucikan bekas najis dari babi yaitu dgn menghilangkan wujud benda najis tsb, berikutnya dicuci bersih dgn air hingga 7 kali dan permulaan atau penghabisannya, salah satu diantara pencuciannya harus menggunakan air yg bercampur dgn tanah (disamak), hal ini sesuai dgn Sabda Rosul yg berbunyi:

“Sucinya tempat (perkakas) mu apabila telah dijilat oleh Anjing, yaitu dgn mencucinya tujuh kali. Permulaan atau penghabisan diantara pencucian itu (harus) dicuci dgn air yg bercampur dgn Tanah”. (H.R. At-Turmudzy)

Najis Mukhoffafah

najis mukhaffafah
www.slideshare.net

Najis Mukhafafah atau yg dimaksud dgn najis ringan seperti halnya air kencing anak laki-laki yg masih berumur dibawah dua tahun dan masih minum air susu Ibunya atau belum makan apa-apa.

cara membersihkan najis berikut dgn memercikkan atau menyiramkan air bersih pada benda yg terkena najis hingga bersih.

Di dalam hadits jelaskan tentang hal ini yg berbunyi:

“Barangsiapa yg terkena Air kencing Anak Wanita, harus dicuci. Dan jika terkena Air kencing Anak Laki-laki. Cukuplah dgn memercikkan Air padanya”. (H.R. Abu Daud dan An-Nasa’iy)

Najis Mutawassithah

najis mutawassithah
solehahkahaku.blogspot.com

Najis macam ini disebut dgn najis sedang, misalnya: kotoran Manusia, hewan, nanah, air seni, minuman keras, bangkai (Kecuali bangkai belalang, ikan dan mayat Manusia), darah,  dan juga termasuk air seni bayi perempuan. Selain dari pada yg telah disebutkan termasuk dalam najis besar dan najis ringan.

Najis Mutawassithah terbagi menjadi dua:

  • Najis Ainiah (Bendanya berwujud)
  • Najis Hukmiah (Bendanya tak berwujud)

buat mensucikan najis Ainiyah yaitu dgn menghilangkan zatnya dahulu, sehingga rasa, bau dan warnanya hilang, berikutnya menyiramnya dgn menggunakan air bersih.

padahal buat menghilangkan najis Hukmiah yaitu dgn mengaliri air pada benda yg terkena najis tsb.

Najis yg dapat dimaafkan

  • Bangkai hewan yg tak mengalir darahnya.
  • Jumlah najis yg sangat sedikit.
  • Darah, kudis, bisul dan nanah diri sendiri.
  • Debu berhamburan yg membawa najis dan sebagainya yg sukar buat dihindarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *