6 Langkah Mengenal, Mencegah, dan Mengobati Kanker Ovarium

Posted on

Kanker ovarium yaitu kanker yg tumbuh pada indung telur atau ovarium. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker yg paling umum menyerang wanita. Kanker ini dapat diidap oleh semua wanita pada segala usia. tapi kanker ovarium paling sering menyerang wanita yg sudah mengalami masa menopause atau umumnya berumur 50 tahun ke atas.

Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yg dimiliki wanita mempunyai perkembangan sel-sel abnormal. dengan cara umum, kanker ovarium merupakan sesuatu bentuk kanker yg menyerang ovarium. Kanker ini dapat berkembang sangat cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut dapat terjadi cuma dalam satu tahun aja. Kanker ovarium merupakan sesuatu proses lebih lanjut dari sesuatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan sesuatu bentuk perkembangan sel-sel yg tak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker.

Jenis-jenis Kanker Ovarium

Jenis-jenis Kanker Ovarium

Kanker ovarium dapat dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu tumor epitelial, tumor stromal, dan tumor sel germinal. Penentuan jenis kanker ini berdasarkan sel mana yg diserang kanker. Tumor epitelial yaitu jenis kanker ovarium yg terjadi jika sel kanker menyerang jaringan yg membungkus ovarium. Sekitar 9 dari 10 kasus kanker ovarium merupakan jenis ini.


Sementara tumor stromal muncul saat sel kanker menyerang jaringan yg mengandung sel-sel penghasil hormon. Jenis kanker ini termasuk jarang dan diperkirakan cuma dialami 7 di antara 100 pengidap kanker ovarium. Jika sel kanker menyerang sel-sel penghasil telur, ini disebut tumor sel germinal. Jenis kanker ovarium ini lebih sering menyerang wanita muda.

Gejala-gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium termasuk jenis penyakit yg susah dikenali. Kanker ovarium pada stadium awal jarang menyebabkan gejala. Jika ada pun, gejala-gejalanya cenderung dikira dampak penyakit lain (seperti konstipasi atau iritasi usus) sehingga sering baru terdeteksi saat penyakit ini sudah menyebar dalam tubuh.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda buat mewaspadai beberapa gejala yg umumnya dialami oleh pengidap kanker ovarium. Di antaranya yaitu:

  • Pembengkakan pada perut.
  • Perut selalu terasa kembung.
  • Sakit perut.
  • Penurunan berat badan.
  • Cepat kenyang.
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar, misalnya konstipasi.
  • Frekuensi buang air kecil yg meningkat.
  • Merasa sakit saat berhubungan seks.
  • Sering marasakan nyeri di perut.
  • Ukuran perut semakin besar.
  • Susah makan atau tak nafsu makan.
  • Sering merasa kekenyangan.
  • Sering muntah dan buang air besar.
  • Kembung terus-menerus.
  • Terjadi pendarahan pada vagina.
  • Berat badan turun dengan cara signifikan.
  • Sering merasa capek dan sakit kepala.

Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala tsb, terutama yg sering dialami atau tak kunjung membaik. Jangan menganggap remeh indikasi penyakit meski terasa atau terlihat sepele.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui dengan cara pasti. tapi para pakar menduga terdapat beberapa faktor yg dapat meningkatkan risiko seorang wanita buat terkena kanker ini. Faktor-faktor risiko tsb meliputi:

  • Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berumur 50 tahun ke atas.
  • Faktor keturunan dan genetika. Risiko Anda buat terkena kanker ovarium akan meningkat jika ada anggota keluarga kandung yg mengidap kanker ovarium atau kanker payudara.
  • Terapi penggantian hormon estrogen, terutama yg jangka panjang dan berdosis tinggi.
  • Mengidap endometriosis.
  • tak sudah hamil.
  • Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause sesudah usia 50 tahun.
  • Menjalani proses pengobatan kesuburan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

Proses Diagnosis Kanker Ovarium

Proses Diagnosis Kanker Ovarium

Diawal pemeriksaan biasanya dokter akan menanyakan gejala yg dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan menjalankan pemeriksaan fisik, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih mendetail. Proses tsb biasanya meliputi USG, tes darah dan biopsi. Dokter juga akan menganjurkan USG bagian perut dan di sekitar organ intim. Langkah ini akan membantu dokter buat memeriksa bentuk, ukuran, dan struktur ovarium Anda.

Sementara tes darah dilakukan buat mendeteksi keberadaan protein CA 125 dalam darah. Kadar CA 125 yg tinggi dapat mengindikasikan kanker ovarium. tapi ini tak dapat menjadi satu-satunya patokan sebab CA 125 juga dapat meningkat dampak kondisi lain seperti fibroid pada rahim dan tak semua penderita kanker ovarium mempunyai tingkat CA 125 yg tinggi.

Jika proses diagnosis menunjukkan Anda positif mengidap kanker ovarium, langkah berikutnya yaitu mencari tahu stadium dan perkembangan kanker Anda. Proses ini umumnya meliputi CT atau MRI scan, rontgen dada, serta prosedur biopsi buat mengambil sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium. Mengetahui stadium kanker yg Anda derita akan membantu dokter buat menentukan langkah pengobatan terbaik buat Anda.


dengan cara umum, stadium kanker ovarium terbagi dalam empat kategori yg meliputi:

  • Stadium 1: Kanker cuma menyerang salah satu atau kedua ovarium tapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar panggul.
  • Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul.
  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati, dan paru-paru.

Langkah Pengobatan Kanker Ovarium

Langkah Pengobatan Kanker Ovarium

Langkah utama dalam pengobatan kanker ovarium yaitu operasi dan kemoterapi. Prosedur operasi biasanya meliputi pengangkatan kedua ovarium, tuba falopi, rahim, serta omentum (jaringan lemak dalam perut). Operasi ini juga dapat melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul dan rongga perut buat mencegah dan mencari tahu jika ada penyebaran kanker. dgn terangkatnya kedua ovarium dan rahim, kemungkinan Anda buat punya anak akan lenyap.


tapi lain halnya dgn kanker ovarium yg terdeteksi pada stadium dini. Pasiennya mungkin cuma menjalani operasi pengangkatan salah satu ovarium dan tuba falopi sehingga kemungkinan buat mempunyai keturunan dapat tetep ada.

sesudah operasi, dokter akan menjadwalkan proses kemoterapi. Ini dilakukan buat membunuh sel-sel kanker yg tersisa. Contoh obat yg umumnya digunakan yaitu carboplatin yg terkadang juga dikombinasikan dgn paclitaxel. Selama menjalani kemoterapi, dokter akan memantau perkembangan Anda dengan cara rutin guna memastikan keefektifan obat dan respons tubuh Anda terhadap obat.

Kemoterapi juga terkadang diberikan sebelum operasi pada pengidap kanker ovarium stadium lanjut. Langkah ini berfungsi mengecilkan tumor sehingga memudahkan prosedur pengangkatan. Sama halnya dgn obat-obatan lain, proses kemoterapi juga berpotensi menimbulkan efek samping. Beberapa di antaranya yaitu tak nafsu makan, mual, muntah, capek, rambut rontok, serta meningkatnya risiko infeksi.

Prognosis buat Kanker Ovarium

Makin dini kanker ovarium terdeteksi dan ditangani, kemungkinan Anda buat bertahan hidup pun akan meningkat. Pasien yg didiagnosis positif mengidap kanker ovarium diperkirakan mempunyai kemungkinan buat bertahan hidup selama satu tahun sekitar 70-75 persen. Terdapat lebih dari 45 persen dari pasien kanker ovarium yg bertahan hidup setidaknya selama lima tahun dan 35 persen selama 10 tahun.

Pengidap kanker ovarium stadium lanjut umumnya tak dapat disembuhkan dan tujuan dari penanganannya yaitu mengurangi gejala dan mendorong tumor buat memasuki masa remisi.

Pencegahan Kanker Ovarium

sebab penyebabnya yg belum diketahui, pencegahan kanker ovarium pun tak dapat dilakukan dengan cara pasti. Meski demikian, ada beberapa hal yg dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker ini, terutama metode yg dapat menghentikan proses ovulasi. Langkah-langkah tsb meliputi:

  • Menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil. Konsumsi pil kontrasepsi selama lima tahun terbukti dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga setengahnya.
  • Menjalani kehamilan dan menyusui.
  • Menerapkan gaya hidup yg sehat supaya terhindar dari obesitas.
  • Jika Anda mempunyai risiko kanker ovarium yg tinggi, operasi pengangkatan ovarium dan tuba falopi sebelum terkena kanker juga dapat dilakukan buat meminimalisasi risiko Anda. Prosedur ini biasanya dianjurkan pada usia 35 hingga 40 tahun atau saat Anda memutuskan buat tak ingin mempunyai keturunan lagi.

Itulah 6 langkah mengenal, mencegah, dan mengobati kanker ovarium atau kanker rahim. Semoga kita semua sehat selalu dan terhindar dari penyakit ini. Jika Anda merasakan gejala seperti yg telah dibahas di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. andai pun Anda tak merasakan gejalanya, tak ada salahnya menjalankan mengecekan kesehatan rutin supaya Anda terhindar dari berbagai macam penyakit.



Jangan lupa bagikan jika tulisan ini bermanfaat:

Baca Juga:

Referensi dan sumber gambar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *