13 Hal yg Harus Diperhatikan Saat Medical Checkup

Posted on

Kesehatan itu mahal harganya, tapi, saat sakit dapat jauh lebih mahal lagi biayanya. Oleh sebab itu, mencegah lebih bagus daripada mengobati, bukan? Medical check-up dapat dilakukan buat awal pencegahan supaya kita dapat mengetahui kondisi kesehatan,  sekaligus mendeteksi sesuatu penyakit sejak dini. Makin dini sesuatu penyakit terdeteksi, maka makin cepat pertolongan yg dapat diberikan.

Medical check-up diperlukan oleh semua orang, bagus anak muda maupun lanjut usia. Orang yg terlihat sehat pun perlu menjalankan medical check-up buat memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yg belum menunjukkan gejala.



Sebelum menjalankan serangkaian tes dalam medical check-up, dokter akan mengecek riwayat kesehatan Anda dan mendengarkan keluhan yg Anda rasakan. Hal ini dilakukan buat mengecek kondisi kesehatan terbaru, jika sebelumnya Anda sudah menjalankan tes kesehatan. Hal ini dilakukan buat membandingkan status kesehatan kita sebelumnya, apakah terjadi peningkatan atau penurunan kondisi kesehatan.

Berikut ini merupakan 13 hal yg diperiksa melalui medical check-up:

Berat Badan

Indeks masa tubuh yg tak normal dapat memicu berbagai penyakit. Maka dari itu, penting buat memeriksakan indeks masa tubuh tiap 2 tahun sekali bagi orang berumur di bawah 50 tahun dan 1 tahun sekali buat usia di atas 50 tahun.

Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. padahal, kondisi fisik yg terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia.

Sebenarnya BMI dapat dihitung sendiri di rumah. Caranya: berat badan (kg)/tinggi (m)2. BMI normal buat populasi Asia yaitu 18,5 hingga 22,9. tapi jika Anda mengalami penurunan berat badan dengan cara drastis, kegemukan, atau mempunyai BMI yg tak normal, segera konsultasikan pada dokter buat menanganinya.

Gula Darah

Gula Darah

Tes gula darah dilakukan bagi orang berumur 45 tahun ke atas, setidaknya tiap tiga tahun sekali. Jika Anda mempunyai kelebihan berat badan atau mempunyai faktor risiko diabetes, Anda perlu menjalankan tes gula darah. Anda dapat berkonsultasi dgn dokter mengenai tes darah apa aja yg diperlukan. Dan jika memang sudah terdiagnosa mempunyai diabetes kerjakan tes gula darah lebih sering misalnya setiap tahun.

Selain itu, jika Anda mengalami gejala seperti berat badan menurun drastis tanpa sebab yg jelas, sering merasa haus dan lapar, kesemutan pada tangan atau kaki, serta sering buang air kecil, segera kerjakan tes ini buat memastikan kemungkinan diabetes. Sebelum menjalankan tes, Anda disarankan berpuasa selama 8 jam. Tes gula darah puasa akan menunjukkan salah satu hasil berikut:

  • Normal: 70-100 mg/dL
  • Pra diabetes: 100-125 mg/dL
  • Diabetes: ≥ 126 mg/dL

Tekanan Darah

Tekanan Darah

Tekanan darah normal buat usia di bawah 60 tahun yaitu bilangan atas (sistolik) kurang dari 140 mm Hg dan bilangan bawah (diastolik) kurang dari 90, atau dibaca 140/90. padahal pada usia di atas 60 tahun, standar normalnya yaitu kurang dari 150/90 mm Hg.

Tekanan darah di atas angka normal berarti hipertensi (tekanan darah tinggi). buat orang normal, tes dapat dilakukan tiap 1-2 tahun. padahal orang yg mengidap hipertensi atau hipotensi perlu menjalankan tes tiap tahun atau lebih sering.

Kolesterol


Kolesterol yaitu jenis lemak yg dibutuhkan tubuh, tapi jumlah yg berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke. Kolesterol normal yaitu sebagai berikut:

  • Kolesterol bagus (high-density lipoprotein/HDL) sebaiknya di atas 60 mg/dL.
  • Kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) sebaiknya di bawah 100 mg/dL.
  • Trigliserida sebaiknya kurang dari 150 mg/dL.
  • Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL.


Bagi orang dgn kondisi kesehatan yg normal, tes dapat dilakukan tiap 5 tahun, dimulai dari usia 35 tahun. tapi jika Anda gemuk, mengidap diabetes atau hipertensi, mempunyai riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga, merokok, tes ini dapat dimulai dari usia 20 tahun dan perlu lebih sering. Seperti tes gula darah, tes kolesterol memerlukan pengambilan sampel darah.

Kesehatan Jantung

Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dgn tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dgn rekam jantung. dgn tes ini dapat dideteksi adanya detak jantung tak normal atau gangguan lain seperti pembuluh darah yg tersumbat. Tes ini dilakukan jika Anda mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri di bagian dada atau jantung berdebar.

Mata

mata

Jika Anda mengalami permasalahan penglihatan, sebaiknya periksakan mata setiap 1-2 tahun. Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. padahal pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi rumah (kerusakan pembuluh darah di belakang mata misalnya dampak diabetes), glaukoma, dan katarak.

Baca juga:

Tes terkait dapat meliputi pemeriksaan retina, otot mata, ketajaman visual, tes perimetri, tes tekanan intraokular (tonometri), serta pemeriksaan dgn lampu celah buat memeriksa kelopak mata, bulu mata, kornea, iris, lensa, dan ruang cairan di antara kornea dan iris.

Kulit

Kulit

buat mendeteksi kanker kulit, dapat dilakukan pemeriksaan dan jika perlu, pengambilan sampel kulit atau biopsi kulit. Kanker kulit yaitu tumbuhnya sel di dalam kulit dengan cara tak terkontrol.

Tes dapat dilakukan segera saat ditemukan perubahan tak normal pada kulit, seperti ada benjolan; tahi lalat yg berubah warna, ukuran, atau berdarah; atau adanya jaringan abnormal pada kulit berwarna merah, putih, biru, atau kehitaman dgn perbatasan yg tak teratur.

Telinga

Telinga

kerjakan tes pendengaran atau audiometri jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan buat mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan buat mendeteksi permasalahan pendengaran yg dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dgn melihat respons Anda pada suara.

Gigi

Gigi

Diperlukan pemeriksaan gigi rutin tiap 6 bulan sejak dini buat mendeteksi kondisi-kondisi seperti abses atau bengkak bernanah dampak infeksi, kerusakan di antara gigi, kerusakan tulang rahang, gigi impaksi dampak gigi bungsu tumbuh tak normal, kista atau tumor.

Jika ditemukan karang gigi, dokter akan membersihkannya atau scaling. Selain itu, jika ditemukan petanda-petanda permasalahan pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dgn X-ray buat menentukan tindakan medis yg dibutuhkan.

Tulang

Tulang

Tes kepadatan tulang bertujuan buat mengetahui kekuatan tulang dan membantu mendiagnosis osteoporosis (tulang keropos). Pemeriksaan dilakukan dgn X-ray atau CT scan. Tes perlu dilakukan oleh wanita berumur 65 tahun ke atas, laki-laki usia 70 tahun ke atas, atau siapa pun yg berisiko osteoporosis.

Faktor risiko meliputi penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, berat badan terlalu rendah, atau ada riwayat osteoporosis dalam keluarga.

Penyakit Menular Seksual

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B bagi orang yg aktif dengan cara seksual dan mempunyai pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat. Berikut beberapa penyakit yg termasuk PMS serta pemeriksaan yg diperlukan.

  • Gonore, memerlukan tes urine. Pada sebagian kasus diperlukan pengambilan sampel cairan dari saluran uretra pada laki-laki dan serviks pada perempuan, serta tenggorokan.
  • Herpes genital, dokter akan memeriksa gejalanya dan mengambil sampel dari luka Anda.
  • HIV, memerlukan pemeriksaan antibodi (immunoassay).
  • Sifilis, memerlukan tes darah dan pemeriksaan cairan dari luka sifilis.
  • Hepatitis B, pemeriksaan buat hepatitis B sama dgn tes HIV, yaitu pengambilan sampel darah buat mengetahui keberadaan dan keaktifan penyakit ini.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan ini bermanfaat buat mengumpulkan informasi kesehatan dengan cara umum seperti kemampuan memori dan kecepatan mental. Tes ini juga bermanfaat buat mengecek kondisi kesehatan kulit, kemampuan berdiri, dan berjalan. Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa perbedaan pemeriksaan kesehatan fisik berdasarkan jenis kelamin, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik pada pria, meliputi pemeriksaan testis, hernia, alat kelamin pria, dan prostat.
  • Pemeriksaan fisik pada wanita, meliputi pemeriksaan payudara, buat mendeteksi risiko kanker payudara dan kelenjar getah bening. Dan panggul (vulva, alat kelamin wanita, dan leher rahim) buat mendeteksi risiko infeksi penyakit kelamin ataupun kanker serviks dgn metode test Pap Smear jika dibutuhkan.

Smocking Pack-year

Smocking Pack-year

Seberapa banyak seseorang merokok dapat diukur dgn jumlah smoking pack-year. Angka smoking pack-year seseorang diukur dgn mengalikan jumlah bungkus rokok yg dikonsumsi per hari dgn jumlah tahun ia merokok.

menjadi contohnya, seseorang yg menghabiskan 2 bungkus rokok setiap hari selama 4 tahun, ia disebut mempunyai 8 smoking pack-year. Berikut beberapa risiko yg dimiliki perokok berat dan pemeriksaan yg dibutuhkan.

Penyakit paru obstruktif kronik (COPD), memerlukan tes fungsi paru-paru yg mengukur jumlah udara dalam paru-paru, kecepatan masuk dan keluar udara, serta menggunakan X-ray pada bagian dada.

Kanker paru, memerlukan CT scan. Orang usia 55-80 tahun dgn 30 smoking pack-year atau lebih dan masih aktif merokok atau baru berhenti dalam 15 tahun terakhir, serta siapa pun yg mempunyai risiko kanker paru sesudah berkonsultasi dgn dokter, sebaiknya menjalankan pemeriksaan ini.

Manfaat dan Tips Sebelum Medical Check Up

dengan cara garis besar, manfaat yg didapatkan dari Medical Check-Up antara lain:

  • Mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan kita dengan cara terperinci
  • Mencegah berkembangnya sesuatu kelainan atau penyakit
  • menjalankan pengobatan segera
  • Mencegah atau menunda terjadinya komplikasi penyakit
  • Menghemat biaya pengobatan
  • Memperpanjang usia produktif dan usia harapan hidup
  • Meningkatkan kualitas hidup

Tips sebelum menjalankan Medical Check-Up:

  • Pilihlah laboratorium atau rumah sakit yg profesional, terakreditasi dan mengutamakan mutu, supaya hasil MCU dapat dipercaya dan menggambarkan kondisi kesehatan Anda yg sebenarnya.
  • Jangan terpaku pada nama paket MCU yg ditawarkan serta harganya. Sebaiknya kita bandingkan rincian pemeriksaan yg tercakup dalam masing-masing paket MCU yg ditawarkan. Isi panel MCU yg diambil sebaiknya disesuaikan dgn usia, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup. tak ada salahnya jika kita berkonsultasi dgn dokter terlebih dahulu buat menetapkan pemeriksaan apa aja yg perlu dilakukan sesuai kebutuhan Anda.
  • Ikuti semua persyaratan pemeriksaan dan kerjakan persiapan sebelum pemeriksaan dengan cara seksama.
  • Berikan informasi yg ditanyakan petugas dengan cara jujur dan jelas.
  • Sebaiknya kerjakan MCU di pagi hari, di mana tubuh dalam kondisi stabil sesudah istirahat (tidur malam) yg cukup.
  • Persiapan mental juga diperlukan saat menghadapi hasil Medical Check-Up, sebab ternyata dapat aja ditemukan kelainan kesehatan berdasarkan hasil tsb.

Seseorang akan lebih tenang apabila hasil pemeriksaan tsb tak mengindikasikan adanya kelainan atau penyakit, tapi apabila ternyata ditemukan kelainan, sesungguhnya kita diuntungkan sebab dapat mengetahuinya lebih dini serta mempunyai waktu yg cukup buat tindakan selanjutnya.

MCU memberikan gambaran minimal lengkap dengan cara umum atas kondisi kesehatan kita, oleh sebab itu beberapa kelainan atau penyakit yg mungkin terjadi dapat diketahui dengan cara langsung maupun tak langsung.

Selain medical check-up yg disebutkan di atas, pastikan Anda juga tahu akan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu buat mendeteksi beberapa jenis kanker, yg dapat muncul dengan cara diam-diam, tanpa menyebabkan gejala apa pun.

Medical check-up merupakan langkah antisipasi yg efektif dalam mendeteksi risiko keberadaan penyakit di dalam tubuh. Lakukanlah dengan cara rutin buat mencegah perkembangan tingkat penyakit yg lebih parah di masa depan.

Sudahkah Anda menjalankan medical checkup tahun ini?

Artikel Menarik Lainnya:

Referensi dan sumber gambar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *